Surat Untuk Calon Suami ku Kelak

Assalamualaikum kanda yang kuimpikan,

Bagaimana kabarmu hari ini? sudahkah kau basuh wajahmu dengan sucinya air wudhu, yang
membuat wajah bersahajamu diliputi cahaya? Sudahkah malam tadi kau habiskan sepertiganya
dengan bermunajat kepada-Nya? Sudahkah kau bulatkan azzammu untuk istiqomah melangkah di
jalan-Nya?

Kanda…

Tegakkan bahumu, sempurnakan semangatmu, penuhi dadamu dengan nama-Nya, jemputlah
rizqimu dengan sungguh-sungguh. Aku mengantarmu dengan selempang doa yang tersampir di
bahu angin. Semoga hari ini Allah melimpahkan keberkahan di setiap tarikan nafasmu. Penuhi
pundi-pundi amalmu dengan kebaikan, jangan sisakan sedikitpun waktumu dalam kesia-siaan.
Malam nanti, aku kembali menunggumu dalam hening doa-doaku. Sandarkan hatimu pada-Nya,
agar Ia memberimu kekuatan. Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk segera menjemputku,
menemani hari-harimu.

Siapapun engkau, di manapun berada, semoga Allah menjagamu, hingga tiba waktunya perjuangan
panjangmu tak lagi sendiri. Maka, kukuhkanlah kembali semangatmu. Semoga esok hari, kau tak
lagi ragu untuk hadir menjemputku.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-
Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas
sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

(Sumber: Siti Shaliha Al-Hanif’s note: Surat Untuk Calon Suamiku Kelak “Catatan seorang Akhwat” )

Motivation for Students in Learning Process

Motivation is aspect of human need which will be showed in a behavior and attitude. People will be motivated to do something because they have a goal or expectation to be reached. The same thing with students, they should have a strong motivation, so that they can participate in learning processes well. Strong motivation increase amount of effort and energy that students expend in directly related to their needs and goals (Csikszentmihalyi & Nakamura, 1989; Maehr, 1984; Pintrich et al., 1993). Students decide the goals and act energize then.

In Self-Determination Theory (SDT; Deci & Ryan, 1985) motivation can be divided into two sources, intrinsic and extrinsic motivation. It is classified base on the difference of reasons or goals that give power to an action. The most basic distinction between intrinsic and extrinsic motivation is the former refers to do something because it is inherently interesting or enjoyable and while the after refers to do something because it leads to a separable outcome.

Intrinsic motivation comes from individual desire. Students who have intrinsic motivation will be oriented in challenging task because they found an interesting and enjoyment of an activity. They have a strong interest and exact goals that support their skills. For example, Ricky will focus in chemistry than other lesson because he feels enjoy of it. When he engaged on chemistry, so it can be easier for him to maintain his concentration, do the best for chemistry project and he’d do it whether he were paid or rewarded anyway.

Intrinsic motivation seems to a rise spontaneously. Sometimes it can decrease or increase, it depends on individual self-regulated control (moods). When feel cheerful, students more likely to enjoy what they do than when feel upset. Sometimes there is not activity or task that they enjoy to do. That’s where extrinsic motivation comes in.

Extrinsic motivation naturally appears as students grow older. Students adopt many values and beliefs from the people around them such as parent, teacher and peers. They get motivated because of rewards or achievement. For example, Nyssa does his math homework only because she fears teacher punishment, she does the homework in order to avoid the punishment, not because she is interested in math.

Nyssa exhibits extrinsic motivation. Her motivation relies on fear of something. When Nyssa still focus on her fear, so she will be difficult to maintain her concentration, just think to get a goal at the end without caring much about it being perfect or excellent and she’d be reluctant to do something if there were no reward. So it has negative aspect for students who have extrinsic motivation only. They can not make the decision by them selves.

Sometimes students can not manage their self-regulated control and can not force people to give motivation for them. When intrinsic motivation is decreasing, they need an external factor to reach their goals. On the other hand, when there is no external motivation, so feeling enjoy in doing something will give strong motivation. So, it will be better if students balance both of motivation sources in learning process.

Karena Nama ku, Pemberian Mereka :D

Nama saya yang terdiri dari dua suku kata ini seringkali dipelesetkan dengan nama orang lain, nama artis lah bahkan nama makanan. Nama-nama itu, seringkali mereka gunakan untuk memanggil saya.

Selain dipelesetkan, sering kali orang-orang melakukan kesalahan dalam penempatan huruf H pada  nama saya yang terkesan tidak biasa. Tidak biasa memang, karena nama itu spesial diberikan oleh dua ustadz kepada orang tua saya. Pada akhirnya, nama saya adalah gabungan nama yang diberikan oleh ustadz-ustadz tersebut.

Nama depan saya diambil dalam bahasa Arab Shafiyyah yang bermakna kawan tulus ikhlas. Ketika zaman Rasulullah Saw., nama ini diberikan kepada salah satu istrinya (istri ke-6) sebagai tanda ketulusan dia dalam memeluk agama Islam dan menerima pinangan Rasulullah. Nama depan saya sendiri, terinspirasikan dari sosok istri Nabi tersebut. Istri nabi yang ke-6 ini merupakan seorang pecinta sejati yang lemah lembut, mulia, penyabar, cerdas, berparas cantik, memiliki kehormatan dan kedudukan terpandang, serta taat beragama.

Sedangkan, nama belakang saya berarti seseorang yang mulia. Sebagai anak pertama, kedua orang tua saya menghendaki anaknya untuk berjiwa mulia. Ibu saya, sempat mengalami keresahan tentang bulan kelahiran. Saya terlahir bulan Muharram akhir mendekati Safar. Menurut kebanyakan orang, anak yang lahir dibulan Safar, akan bertabiat kurang baik, bandel, dan keras kepala. Oleh karena itu, Ibu menambahkan arti mulya dalam nama anaknya.

Begitulah, sedikit cerita tentang nama saya. Yang jelas, saya bangga bisa menyandang nama ini. Smoga apa yang mereka, para pemberi nama harapkan tentang nama ku, bisa terreaslisasikan. Amin,,

So, what’s about your name?

Berbangga hatilah dengan nama mu, karena itu pemberian mereka yang berharapan besar atas keberadaanmu.

 

Salam Anak Bangsa

The Miracle of Friendship in Animasi

Berada di kelas pilihan di sekolah SMAN 1 Tarogong, kini menjadi 1 Garut memanglah sebuah kehormatan. Banyak pesaing yang sudah tidak mendapatkan kesempatan untuk memasuki sekolah ini, apalagi kelas yang disebut sebagai kelas RSBI ini. Bersyukur sekali aku bisa mendapatkan kesempatan itu. Hal yang paling aku syukuri itu bukanlah karena kami adalah pilihan atau apakah itu, tapi karena aku memiliki ke empat puluh sahabat yang benar-benar spesial dan solid.

Biasanya kelas itu dipanggil dengan nama ANIMASI atau Anak-anak IPA 5 SI, tapi kami seringkali menyelewengkan nama itu dengan Anak-anak IPA 5 TANPA SI. Ya, memang kami terkesan pemberontak, tapi jujur kami memang kurang begitu nyaman dengan akhiran SI (Standar Internasional). Akhiran SI ini sering dijadikan alasan utama bagi warga sekolah untuk memojokkan kami ketika kami belum berhasil dan mendapatkan hasil tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ya, bagaimanapun juga kami sudah berusaha maksimal 😀

Kami, animasi memang pejuang tiada banding. Tidak sedikit dari kami meninggalkan rumahnya dan tinggal di kos-kosan demi menggali ilmu, mencari pengalaman baru yang menyenangkan. Semangat dan dukungan tak henti menggema dalam pintu pertahanan kokoh kami.

Banyak hal yang terjadi selama tiga tahun sekolah ini, tertawa konyol, canda gurau, sedih, terharu, kisah romantisme, bahkan konflik yang ternyata semakin membuktikan kalau kita itu satu tak terpisahkan. Petak umpet jadi permainan yang tak terlewatkan setiap istirahat siang kami. Suasana haru berbalut bau keringat menyerbak di kelas kami. Memang kami beragam warna dan bau juga ya ;).

Banyak hal unik yang kami temukan di kelas, bahkan kami pun sempat membuat klasifikasinya.Konyol kan! Itulah animasi, kalo gak konyol, narsis menjadi andalan kedua kami. Sambil mengingat lagi klasifikasinya, disebutkan saja kali ya:

  • Reungit kebon: Shopia, Risya, Restu dan Nisa
  • Gajah kebon: Dedew, Risa, Dessy dan Novani
  • Monyet kebon: Ugun
  • Anak autis: Om Dani dan Fonz
  • Jerapah kebon: Arni
  • Anak KOZ: Muzaki, Iqbal, Haki dan Fajar , dll

*mohon maaf, kepada pihak2 yang belum disebutkan namanya.. 😛

Satu hal yang mungkin melekat di animasi mengenai aku sendiri adalah virus ‘ehem-ehem’ ku ketika lagi gencar-gencarnya mak comblang di kelas. Namun sayang, kini cercaan malah membalik terhadap mak comblang sendiri. Panggilan nenek kerap kali disebutkan oleh warga animasi di depan umum (malunyaaaaa). Tak apalah, yang penting saya telah menorehkan sejarah dengan kestimewaan saya ini. Wkwkwk

Animasi satu kata penuh cerita dan keceriaan. Bukanlah sebuah kenangan, tapi sebuah pelajaran dan kegembiraan.

Salam animasi,

 

Shopia Mulyani (The Queen of ‘Reungit Kebon’)