Simple, Wilujeng Tepang Taun, Nok

Lagi, lagi, 15 Juni yang tak sempat Allah pertemukan raga saya dengannya. Tahun lalu pun begitu, sama. Untung saja, itu tak berarti pisahnya sebuah ikatan hati. Iya.

Tak hayal, sisi melankolis aku kembali menyemarak. Beberapa tahun yang lalu, kita mereka, dia, di sana punya cerita. Sangat beragam. Kita, procrastinator visoner aku menyebutnya. Kita, detektif handal sebutannya. Kita, mahluk error yang sering kali tak bisa dimengerti orang lain. Kita, ya aku dan kamu si mahasiswa berkebutuhan khusus😛

Sampai sekarang, hanya saja tidak masuk akalku. Bagaimana bisa kejadian-kejadian ini masuk dalam catatan buku ku.

Aku bersama kegalauanku,

Aku bersama kisah keluarga, terutama Ibuku,

Aku bersama kesibukan duniaku,

Aku bersama langit, malam, makan, ngeyel, dunia imajinasi

    Itu terlewati bersama kamu🙂

Bagaimana bisa seorang Shopia bisa mempunyai kisah ini:

Membawa panci, pisau, sapu seketika tanggap menghadapi Sang Pengintip malam di malam Ramadhan 1432 lalu

Mengamati jalan keluar gang dipagi buta memantau datangnya penjahat (ceritanya berhati-hati)

Membawa coet ke kampus demi pengamanan, –“

Membawa air dalam ember-ember besar ke masjid setelah tarawih malam selesai😀

Melewati hari “mengesankan” pada saat Ramadhan di Jakarta: menikmati bolak balik rumah tetangga setiap harinya, menikmati jalan keluar kota demi mengamankan diri (bahkan ketika 17 Agustus 2011 itu, seakan kita tak pernah merdeka), menikmati kegelisahan walau berada di kota sendiri..

atau cerita hampir masuk ke dalam kasus percobaan pembunuhan karena hendak melakukan serangan dengan pisau seketika ingin menolongmu :p

Atau bahkan melakukan hal-hal yang tidak jelas menjelang tidur.. (baca cerita Asabaukaki: read: padahal maksudnya ttg Ashabul Kahfi)

Atau cerita ketika saya melakukan kegejean akbar dan sakit hati tingkat dewa!

……. KIta berhasil melewati itu semua dengan tawa indah, kadang sedikit terbahak….

Ah, kamu selalu ada..

Terimakasih, kamu selalu membersamaiku untuk tumbuh, walau aku dan kamu sangat berbeda. Aku dengan duniaku, kamu dengan duniamu, cukup terbilang kontras, tapi kita selalu ditakdirkan dalam kisah bersama yang kadang tak terduga. Kadang aneh, tegang, khawatir, tapi luar biasa selalu ada perasaan senang🙂

Terimakasih telah membersamai melakukan hal yang tidak biasa bersama.

Aku tak punya apa-apa nok. Simple saja, hanya punya modal memberikan doa terbaik untuk dirimu pada 15 Juni ini. Ibu mu, yang melahirkan mu pada tanggal ini pasti sosok yang luar biasa, bersyukurlah.

 

Wilujeng tepang taun, Nok. Terimakasih selalu ada membuat hidupku lebih berwarna🙂

 

01.45

Sekret RISKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s